Idealisme di Balik “Kemenangan” Bibit-Rustri

Merdeka. Merdeka. Begitu salam pembuka tokoh Megakarti dalam siaran Negeri Impian sebagai tayangan parodi. Bagaimanapun, semangat idealisme di balik salam pembuka itu mencerminkan idealisme Pancasila. Selama ini, tampaknya hanya Megawati yang dengan gigih dan tegar mengumandangkan idealisme Pancasila yang dikaitkan dengan tokoh legendaris Bung Karno.

Ketokohan yang mengidentikkan diri dengan semangat idealisme itu tampaknya telah dimanfaatkan dengan sangat berhasil dalam pilgub di Jawa Tengah oleh tim sukses pasangan Bibit-Rustri.

“Kemenangan” Bibit-Rustri dalam pilgub baru-baru ini tidaklah berlebihan kalau dikaitkan dengan keampuhan iklan-iklan politik pasangan cagub Bibit-Rustri maupun gencarnya kawalan Megawati dengan PDI-P dalam kegiatan kampanye mereka.

Andalan lain dari pasangan mereka adalah penampilan tokoh cawagubnya, Rustriningsih yang dianggap sebagai bupati yang berhasil selama memangku jabatan sebagai bupati. Selain itu, tokoh tersebut telah secara nyata tampil sebagai satu-satunya tokoh perempuan, yang menjadi andalan kaum pembela peran perempuan.

(more…)

Add comment Juli 2, 2008

PILGUB JATENG DAN MASA DEPAN POLITIK PEREMPUAN

Tema “Perempuan” saat ini menjadi isu “trend” yang sedang mendunia. Perbicangan public di berbagai moment banyak membahas hak-hak perempuan, peran perempuan serta perlindungan bagi kaum perempuan salah satuya di bidang politik karena prototype yang masih kental bahwa perempuan hanya layak berada di wilayah domistik rumah tangga tak patut jika berkecimpung di dunia publik. Keadaan ini kmeudian menimbulkna bnayak kotraversi terutama di kalangan aktivis perempuan yang menginginkan hal lebih yang dianggap memang menjadi hak perempuan. Seiring berkembannya wacana dan eori feminisme, pejruangan kaum permpuan untuk dianggap sejajar dengan kaum laki-laki seakan mendapat angin segar yang membuat perjuangan para feminis ini berkembang pesat seperi jamur yang tumbuh di musim hujan.

Sampai saat ini keterwakilan perempuan di lembaga politik dianggap masih sangat lemah. Kemudian salah satu langkah yang dilakukan adalah perubahan regulasi dan aturan politik yang menjamin keterlibatan perempuan, yaitu menetapkan quota minimal bagi perempuan di lembaga politik. Di indonesia saja sudah ditetapka quota perempuan di lambaga politik sebesar 30 % meski sampai saat ini quota tersebut belumlah dilaksanakan sepenuhnya oleh partai politik.

Selain keterwakilan perempuan di parlemen yang juga menjadi sorotan publik saat ini adalah keterlibatan perempuan dalam Pilkada. Sejauh ini sampai desember 2006 menurut survai LSI hanya 69 perempuan yang maju di gelanggang pilkada. Isu gender dalam dunia politik saat ini semakin menguatm bahkan sentimen gender kerap dijadikan isu politik yang terus di olah oleh partai politik untuk menarik simpati pemilih perempuan.

Benarkah jenis kelamin mempengaruhi pemenangan pemilu?

Jika kita amati model Pilkada di beberapa derah politisasi isu gender untuk menarik simpul suara perempuan sangat santer. Di Jawa tengah dengan majunya Rustriningsih berpasangan dengan Bibit Waluyo jelas dinyatakan untuk menarik suara perempuan, begitu juga dengan Jawa Timur saat ini yang juga sedangh angat-hangatnya dalam proses Pilkada. Kasus Pilkada Banten dangat menarik yang dapat dijadikan contoh keterkaitan perilaku pemilih dengan gender. Ratu Atut Chosiyah adalah gubernur wanita pertama di Indonesia yang pada November 2006 maju ke arena Pilkada berpasangan dengan Muhamad Masduki. Dari hasil perolehan suara ratu Atut-Muhamad Masduki memenangkan pemilihan dengan perolehan suara 40, 14 % suara. Pertanyaannya, apakah benar penyumbang suara terbanyak adalah permpuan? Dari hasil survei LSI ternyata tidak ada perbedaan yang snagat signifikan dari jawaban responden perempuan dan laki-laki tentang penilaian atas kriteria gubernur ideal menurut jenis kelamin. Sebanyak 14, 9 % responden laki-lai menganggap perlu gubernur perempuan sedangkan rsponden perempuan yang menganggap perlu sebanyak 27,1 %. Masih dari hail survai LSI di Bolaang Mangondow, Minahasa Selatan, Ambon dan Cinajur ditemukan jenis kelamin kandidiat belum menjadi pertimbangan penting. Keadaan ini menunjukkan ada faktor lain yang lebih berpengaruh dalam perolehan suara. Faktor “Signifikan Other” sepertinya menjadi hal yang sangat berpengaruh dalam kemenangan bebereapa perempuan di Pilkada seperti Banten dan Kebumen. Signifikan other yang dimaksud adalah Sang Ayah yang telah menjadi tokoh di daerah tersebut. Tidak sulit bagi calon kepala daerah untuk tenar dan mejadi tokoh jika Sang Ayah telah menjadi tokoh politik yang berpengaruh. Dan kondisi ini telah memberi peluang bagi Rustriningsih dan Ratu Atut untuk menang menjadi Kepala Daerah.

Terkait dengan isu perempuan ini, ada hal yang menarik pada kampanye Pilgub Jawa Tengah.

Kekuatan suara perempuan juga diperebutkan di ajang Pilgub jateng hari ini. Rustrinigsih mencalonkan diri sebagai Calon wakil Guberur berpasangan dengan Bibit Waluyo sedang PDIP sebagai kendaraan politiknya. Pasangan ini pun di beberapa kali kampanye tak keinggalan ”menyentuh” kaum perempuan untk mendongkrak suara dimana separuh dari Jumlah pemilih Jawa Tengah yang dperkirakan 26,15 juta adalah suara perempuan. Rustriningsih yang saat ini mejabat sebagai Bupti Kebumen adalah satu-satunya calon perempuan dan dianggap sebagai representse perempuan yang dipilih oleh rakyat karena pada saat pemilihan Bupati Bebumen Rustri memperoleh 77 persen suara dari jumlah pemilih, berarti Rustri menjadi pilihan.

Dari hasil Quickcount sore ini suara teringgi memang diraih oleh Bibit-Rustri yatitu mencapai 42 %. Pertanyaannya, apakah kemenangan (sementara) ini benar didukung faktor pengelolaan isu gender yang baik oleh pasangan Bibit-Rustri? Atau ada faktor Significant other yang dominan mempengaruhi kemenangan (sementara) tersebut?

To be continued………..

3 comments Juni 22, 2008

Selamatkan Lingkungan

Setiap tanggal 5 Juni jutaan manusia merayakan hari bumi sejak 1972. merayakan Hari Lingkungan lebih berarti sembari memikirkan bagaimana kita menjaga bumi ini sebelum segala sumber daya habis untuk menunjang kelangsungan hidup manusia. Isu pemanasan global (Global Warming) sampai saat ini masih menjadi isu dan program favorit untuk diangkat. Akan tetapi setiap tahunnya masalah lingkungan masih menjadi persoalan pelik, mulai dari pembalakkan liar hutan lindung, rob dan erosi, sampah, banjir  dan lain sebagainya.

          Terjadinya bencana alam seperti tanah longsor, banjir erat kaitannya dengan menurunnya kualitas dan daya dukung lingkungan terhadap keseimbangan ekosistem. Saat ini degradasi hutan dan lahan sudah menjadi masalah global.Hal tersebut tercermin dari kondisi sumber daya hutan Indonesia yang semakin kritis.

Hutan Indonesia yang mencapai 120,35 juta ha, di tahun 2007 hampir 50 % (59,3 juta ha) mengalami kerusakan parah, dengan laju pengrusakan hutan mencapai 2,83 juta ha per tahun. Hingga saat ini tidak kurang 2,5 juta ha hutan ditebang setiap tahunnya secara legal maupun ilegal, kemudian berkurangnya luas hutan yang beralih fungsi atau dikonversi menjadi areal penggunaan lain serta semakin kritisnya kawasan Daerah Aliran Sungai (318 DAS di Indonesia kritis), akan menambah besaran angka degradasi hutan dan lahan.

          kerusakan hutan di Indonesia bukan hanya menjadi masalah warga Indonesia , melainkan juga warga dunia. Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), mengatakan, Indonesia pantas malu karena telah menjadi Negara terbesar ke-3 di dunia sebagai penyumbang gas rumah kaca dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut (yang diubah menjadi permukiman atau hutan industri). Jika kita tidak bisa menyelamatkan mulai dari sekarang, 5 tahun lagi hutan di Sumatera akan habis, 10 tahun lagi hutan Kalimantan yang habis, 15 tahun lagi hutan di seluruh Indonesia tak tersisa. Di saat itu, anak-anak kita tak lagi bisa menghirup udara bersih.            Jika kita tidak secepatnya berhenti boros energi, bumi akan sepanas planet Mars. Tak akan ada satupun makhluk hidup yang bisa bertahan, termasuk anak-anak kita nanti.

             Tanggung jawab menjaga lingkungan tidak sekedar menjadi tanggung jawab individu tetapi juga tanggung jawab para pelaku bisnis atau perusahaan. Secara perundangan tanggung jawab ini telah di atur dalam UU PT No. 40 tahun 2007 pasal 74 yang menyatakan

1.                   Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.

2.                   Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan kewajiban Perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya Perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran.

3.                   Perseroan yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

4.                   Ketentuan lebih lanjut mengenai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan diatur dengan Peraturan Pemerintah.

         Lebih lanjut kewajiban menjaga lingkungan hidup bagi perusahaan juga diatur dalam UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penananamn Modal pasal 15 yang mewajibkan para penanam modal untuk melakukan tanggung jawab sosial.

          Hanya saja saat ini proses pelaksanaan tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan belum mendapatkan pengawasan dan sanksi yang jelas dari pemerintah. Selain masih banyak perusahaan yang enggan melaksanakan undang-undang di atas karena harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit, banyak yang memperdebatkan tolak ukur keberhasilan dan sarana evaluasi serta bentuk aktivitas tanggung jawab social tersebut walhasil permasalahan lingkungan akibat dominasi tujuan kepentingan perusahaan kerap menimbulkan kerugian besar bagi lingkungan.

 

          Peringatan Hari Lingkungan Tahun 2008 ini telah ditetapkan temanya oleh United Nations Environmental Programme (UNEP): “Co2 Kick The Habit, Toward a Low Carbon Economy” yang kemudian temanya disesuaikan dengan kondisi di Indonesia menjadi “Ubah Perilaku dan Cegah Pencemaran Lingkungan”. Upaya menyelamatkan lingkungan sudah sangat mendesak dan upaya ini memerlukan gerakan bersama. Gerakan yang dibutuhkan bukan gerakan instant tetapi lebih kepada attitude seluruh elemen bangsa untuk lebih mengedepankan penyelematan lingkungan. Maka mulailah dengan  berpikir . ini bukan sekedar masalah bagaimana perilaku orang lain tapi bagaimana perilaku kita untuk dapat menyelamatkan lingkungan.

9 comments Juni 5, 2008

MAHASISWA MENGGUGAT (Kenaikan BBM, gerbang baru kemiskinan bangsa)

          Bulan Mei 1998 menjadi sejarah baru bagi pergerakan mahasiswa di Indonesia dan sejarah politik bangsa ini. Tentu masih lekat di memory rakyat bangsa ini tragedi-tragedi yang mengiringi perjuangan gerakan mahasiswa melawan rezim Soeharto, tragedy Lampung, Kerusuhan Medan,  Tragedi Semanggi dan Trisakti masih menjadi tragedi yang belum terkuak. Gelombang aksi mahasiswa yang didukung oleh civitas akademika maupun masyarakat  sepanjang Mei 1998 telah sukses  memaksa Soeharto mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei. Baru kali inilah gerakan mahasiswa menjadi pelaku utama yang sukses mencatat kemenangan politik. Mahasiswa menuntut reformasi total  di bidang ekonomi, politik dan hokum. Hal ini didasarkan bahwa penyelesaian masalah ekonomi tidak bisa dilakukan secara ad hoc atau terpisah dari pendekatan ekonomi semata-mata bahkan harus dimulai dari perubahan politik.

Gugatan mahasiswa disebabkan ketidakstabilan kondisi bangsa. Bersatunya mahasiswa berunjuk rasa menentang Soeharto sejak medio 1997 sampai mundurnya Soeharto pada 21 Mei 1998, tidak terlepas dari berbagai unsur pendukung yaitu krisis moneter . Krisis moneter yang melanda Asia telah melemahkan mata uang baht (Thailand), ringgit (Malaysia), peso (Filipina), dan rupiah pun jatuh ke titik terendah terhadap dolar AS. 

Serupa tapi tak sama, factor yang memicu aksi protes gerakan mahasiswa karena krisis ekonomi juga mewarnai maraknya gelombang aksi mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM beberapa waktu ini. Harga minyak dunia yang mencapai 135 per barel tak urung menjadi bom besar yang meledakkan semua harga barang dan kelangkaan beberapa  komoditi. Pemerintah berasumsi dengan kenaikan BBM akan memperbaiki pertumbuhan ekonomi dan melambat laju inflasi padahal di bulan Maret  saja angka inflasi sudah mencapai 2,84 % apalagi nanti di bulan Juni 2008. jika berkaca pada kasus kenaikan BBM tahun 2005 sebenarnya belum pantas pemerintah menaikkan BBM. Asumsi-asumsi yan dipakai pemerintah untuk melegitimasi kebijakan tersebut bahkan nyata tak terbukti. Kebijakan tersebut telah mengakibatkan peningkatan jumlah angka kemiskinan dari 15,97% pada Februari 2005 menjadi 17,75% pada Maret 2006 berdasarkan hasil Susenas, BPS, 2006. Direktur Institute for Development of Economics and Finance Indonesia (Indef) M Ikhsan Modjo menyatakan kenaikan harga BBM sebesar 30 persen berpotensi menambah 3,4 juta pengangguran baru. Angka kemiskinan akan merangkak naik bila laju inflasi kian tak terkendali pascakenaikan harga BBM. Saat ini terdapat 38,7 juta jiwa orng miskin di Inodenesia yang akan menajdi korban kebijakan pemerintahan yang tidak pro rakyat miskin. jika kemudian pemrintah memberikan penawar instant atas kecemasan masyarakat melalui BLT (Bantuan Langsung Tewas) maka itu bukanlah sebuah solusi permasalahan yang mendasar. Efek domina keniakan harga BBM, harga komoditas dan layanan jasa tak pelak akan semakin mencekik leher masyarakat dtengah ketidakpastian hidup. Kebijakan menaikkan harga BBM di tengah krisis pangan dan kelangkaan komoditas akan berpeluang mengulang sejarah keterpurukan bangsa ini.

               Sepertinya kondisi inilah yang kemudian menggugah mahasiswa untuk kembali beraksi dalam rangka perlindungan kaum lemah dari kebijakan yang tidak pro rakyat miskin. Aksi besar-besaran mahsiswa BEM Seluruh Indonesia dan elemen gerakan mahasiswa lainnya yang berujung pada aksi kekerasan, penembakan dan penangkapan mahasiswa merupakan kristalisasi tuntutan perubahan di negeri ini.

          Akan tetapi yang perlu dipastikan, kenaikan harga BBM tanggal 24 Maret 2008 jangan menjadi garis finish laju perjuangan. Meski telah ditetapkan kenaikan harga BBM pemerintah masih harus bertanggung jawab atas dampak kebijakan yang diambil. Pemberian BLT hanya sekedar penawar sementara, bukan solusi konkrit dari permasalahan krisis saat ini. Bagaimana pemerintah harus mencukupi kebutuhan minyak dalam negeri? Ketika pertamina belum mampu memproduksi seluruh kebutuhan minyak masyarakat, sementara itu blok Cepu bukan lagi milik Negara ini. Bagaimana pula  pemerintah akan mengurangi angka kemiskinan dan pengangangguran ketika tidak banyak lapangan pekerjaan yang dapat menyerap tenaga kerja dengan tingkat upah yang minim?

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

12 comments Mei 26, 2008

Rekomendasi

Judul Buku: Re-code Your Change DNA
Pengarang: Rhenald Kasali
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2007
Jumlah halaman: 270
Penulis Resensi: Meisia Chandra

Setelah cHaNgE!, Rhenald Kasali kembali dengan buku yang semakin dalam mengurai proses perubahan.

Re-code Your Change DNA adalah buku yang harus dibaca siapa pun yang ingin melakukan perubahan dalam hidupnya. Untuk beranjak dari satu titik tempat kita sedang berada ke tempat yang kita inginkan, maka kita harus berubah. Apa yang diperlukan dalam proses perubahan itu?

Unsur-unsur pembentuk sifat perubahan (Change DNA) itu dapat disingkat menjadi OCEAN, yang terdiri dari Openness to experience, Conscientiousness, Extroversion, Agreeableness, dan Neuroticism. Buku ini juga menyediakan tes untuk mengukur kadar OCEAN Anda, sehingga Anda bisa mengetahui bagian mana yang perlu Anda benahi untuk menjadi seorang penggerak perubahan.

Rhenald memberi ilustrasi beberapa individu yang dianggapnya mempunya Change DNA yang unggul, yaitu Muhammad Yunus yang mendirikan bank untuk pengemis, Paul Otellini yang membuat perubahan besar-besaran di Intel, Sheikh Mohammed Bin Rashid Al Maktoum yang mengubah Dubai dari sebuah padang pasir menjadi Hongkong-nya Timur Tengah, dan juga Martin Luther King yang memperjuangkan hak-hak kaum kulit hitam.

Cerita-cerita di atas disampaikan dengan cara yang menarik dan sangat inspiratif. Tidak ketinggalan, disertai juga foto-foto yang menarik, yang mewarnai seluruh buku ini. Buku ini adalah buku manajemen yang disampaikan dengan cara yang “ngepop”. Setiap bab dilengkapi dengan foto, ilustrasi, kutipan, kesimpulan, komentar penulis, dan bahkan foto-foto penulis sendiri dalam berbagai ekspresi.

Tidak hanya cerita tentang tokoh-tokoh dunia seperti disebutkan di atas, dalam buku ini juga terdapat cerita dari organisasi-organisasi di Indonesia, seperti Citibank, BCA, dan terutama dalam pemerintahan kita. Betapa Rhenald sang guru ingin melihat perubahan dalam bangsa ini. Perubahan itu harus dimulai dengan adanya pemimpin yang memiliki Change DNA unggul. Karena itu dalam buku ini juga diuraikan banyak teori tentang kepemimpinan.

Bila Anda ingin organisasi Anda berubah, maka mulailah dengan me-re-code Change DNA Anda sendiri.

Sudah pada baca buku ini kan? wah,,,,,buku ini benar-benar menggugah dan sebaiknya menjadi buku wajib bagi para aktivis, karyawan, manajer, pendidik dan sebagainya yang mempunyai semangat untuk senantiasa berubah. Ada sebuah ungkapan ;

Jika kita yang tak berubah maka perubahan zamanlah yang akan menindas kita.

15 comments Mei 4, 2008

SEMANGAAAAAT

Menyambung tulisan sebelumnya tentang “Cooling Down” yang barus empat di tulis sekarang. Kali ini formula “YOGYA” yang kuambil.

Yogyakarta”

By : Kla Project

Pulang ke kotamu

Ada setangkup haru dalam rindu

Masih seperti dulu

Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna

Terhanyut aku akan nostalgi

Saat kita sering luangkan waktu

Nikmati bersama

Suasana Jogja

Di persimpangan langkahku terhenti

Ramai kaki lima

Menjajakan sajian khas berselera

Orang duduk bersila

Musisi jalanan mulai beraksi

Seiring laraku kehilanganmu

Merintih sendiri

Ditelan deru kotamu …

Haru Sabtu di minggu yang lalu dengan membatalkan satu agenda akhirnya aku meluncur ke YOGYAaa, selain karena ada urusan “keluarga” sekalian refreshing (sorry buat temen-temen “kerja” karena harus mendapatkan limpahan tugas tambahan).

Wuihh,…sudah sangat lama rasanya tak ke yogya, sangat nyaman meningalkan sejenak rutinitas di Semarang. Sampai di yogya tepat pukul 14.00 WIB dan langsung menuju “Sarang Petualang”. Dan ternyata tak ada yang berubah sama seperti yang dulu ( SAMA_SAMA beranta…..tiit.ttt…*sensor*).

Selepas Isya kita berdua makan nasi penyet sambil bercerita banyak. wuuuh,.. kangen juga ngobrol-ngobrol di pinggir jalan), kalo di Semarang mana pernah lagi. Oia, sebelumnya kita sempat di telpon mother dan father karena tahu aku lagi di yogya bersama si sipit. Perjalanan belum berhenti, karena obrolan akan di lanjutkan di alun-alun dan melucurlah kita di sana. Yang tak ketinggalan, aku mencoba “permainan” melintasi pohon di tengah alun-alaun. Dan saudara-saudara aku gagal sampai mencoba dua kali pun tetap gagal. Waduh,,,,kecewa berat. habis perhitungannya kurang pas sih jadinya jalannya menggok-menggok. tapi tak apalah, ngetawain orang yang ncoba “permainan” itu sangat menghibur. Ada yang nabrak-nabrak, ada yang muter balik dan banyaklah yang pasti lucu..he..he ..lumayan hiburan gratis.

Setelah itu kita lanjutkan obrolan sambil minum Wedang Ronde sampai pukul 22.00 . Waaah, luar biasa segarnya….penat hilang. karena sudah sangat capek dan mengantuk akhirnya kita pulang.

Eit, tunggu dulu ini belum selesai. kita lanjutkan dengan nonton film sampai tengah malam sampai mata benar-benar tidak kompromi.

Akhirnya, akupun tertidur dengan pikiran ” aku akan kembali ke semarang dengan semangat”.

YOGYA, aku akan kembali.

14 comments Mei 1, 2008

COOLING DOWN

Setiap orang sudah pasti akan dihadirkan berbagai macam permasalahan sebagai sebuah proses menuju kematangan iman dan kematangan keperibadian. meski kemudian banyak perasaan yang bergejolak selama proses tersebut baik gejolak perasaan maupun pikiran. tapi bukankah Allah tidak akan memberi ujian melampaui kemampuan hambaNya?.

Sekali lagi, sebagai makhluk social tentu dinamika dalam proses tersebut akan menghantarkan kita pada sebuah dilematika yang kerap membuat manusia itu lemah. Pada kondisi inilah kita membutuhkan refreshing, berhenti sejenak maupun memelankan langkah. Banyak cara yang bisa dilakukan agar kita kembali dan setiap kita pasti sudah punya formulanya.

Dan formula yang saya ambil kalo lagi pusing dengan berbagai macam masalah  (seperti saat ini) :

Baca Quran.

Bener kata Bang “Opic”, baca quran itu tombo ati.

Dengerin Muzik. Apalagi kalo ndengarin Kenny G, bisa bikin relax.

Ajak sohib meluncur ke toko buku.

Bikin Puisi. Kalo sulit mengungkapkan perasaan maka menuangkannya ke dalam puisi juga bisa bikin plong. Siapa tahu suatu hari nanti di bukukan.

Go to Yogya. Kalo sudah klimaks baisanya ketemu dengan brother bisa bikin reda. itung-itung jauh dari masalah bisa sekalin introspeksi diri.

Masalah pasti tak berkesudahan tapi setiap kita harus cerdas mengatasi kondisi yang melemahkan kita. Agar kita tak kalah pada keadaan. cAYOOO…KEEP SPIRIT.

TANPA MASALAH MANUSIA TAK KAN HIDUP, TAPI HIDUP JANGAN MENCARI MASALAH

 

16 comments April 23, 2008

TREND KEMISKINAN

Kian rumit masyarakat untuk menjalankan roda kehidupan bahkan untuk sekedar bertahan. Kenaikan harga-harga barangyang diperkirakan akan terus terjadi dari hari ke hari, bulan ke bulan bahkan dari tahun ke tahu mengikuti trend kenaikan harga bahan bakar yang mencapai $ 100 AS per barel. Pemerintah memang tidak menaikkan harga-harga barang akan tetapi menggantikan dengan Kartu kendali , denda bagi yang memakai listrik melebihi kapasitas, dan masih banyak yang lain sebenarnya bukanlah kebijakan yang meringankan masyarakat karena kebijakan itu berarti masyarakat membayar kenaikan dengan cara halus. 

          Jika  dilihat dari kondisi ekonomi makro ada perubahan yang positif di negeri ini tapi jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi mikro roda itu bergerak sangat lamban. Tentu kita ingin roda perekonomian terus melaju pasti sehingga memberi ruang bagi masyarakat industri kecil menengah (UKM) untuk mengembangkan potensi ekonominya sehingga dapat mewujudkan kemapanan ekonomi secara merata.

Kelangkaan minyak tanah yang diikuti naiknya harga gas, kenaikan harga kertas, kenaikan harga kedelai, dan kenaikan-kenaikan harga barang lainnya yang tidak diikuti dengan kenaikan gaji dan penghasilan masyarakat  mengakhiri harapan masyarakat Indonesia untuk hidup dengan layak. Kemiskinan pun kembali menjadi trend dari tahun ke tahun. Secara nasional pada Maret 2007 angka kemiskinan di Indonesia mencapai 37,17 juta jiwa atau 16, 58 % dari penduduk Indonesia.

Jumlah Penduduk Miskin Daerah tahun 2007

Nama Propinsi

Angka Kemiskinan

Angka Pengangguran

Jawa Tengah 6,66 Juta Jiwa 1,44 Juta Jiwa
Jawa Barat 11,6 Juta Jiwa 1, 1 Juta Jiwa
Jawa Timur 7,138 juta jiwa 1,45 Juta Jiwa
Jakarta 405,7 ribu 552 ribu Jiwa
SUMUT 1,768 juta jiwa 571.334 ribu Jiwa

                       Dari berbagai sumber.

            Selain itu, Multiplier efect dari buruknya ekonomi juga memunculkan fenomena  maraknya pengangguran. Dari hasil survai BPS bulan Maret 2007 angka kemiskinan dan pengangguran  di beberapa daerah memang mengalami penurunan akan tetapi penurunan tersebut tidak mencapai angka 5 % ini berarti belum ada focus pemerintah dalam penanggulan kemiskinan dan pengangguran sehingga tidak ada perubahan secara signifikan di negeri ini.

12 comments April 14, 2008

TIPS KESEHATAN HARI INI :

1. Gunakan telinga KIRI untuk menjawab dan mendengarkan telepon

2. Jangan minum kopi DUA KALI sehari

3. Jangan minum obat dengan AIR DINGIN

4. Hindari Makanan berat setelah jam 17 sore

5. Kurangi konsumsi makanan berminyak

6. Minum air putih lebih banyak di pagi hari, dibanding di malam hari

7. Jangan dekat-dekat dengan HP yang sedang di Charge

8. Jangan bertelepon menggunakan HP dalam waktu yang lama

9. Usahakan tidur tak lebih dari jam 22.00

10. Jangan langsung tidur setelah mengkonsumsi obat-obatan

11. Radiasi HP 1000 kali lebih tinggi saat sisa baterai 1 bar

Regards :

MC-ers Sukardi

16 comments April 4, 2008

Orang Miskin Dilarang Sakit

Dari data BPS (Badan Pusat Statistik) jumlah penduduk miskin pada bulan Maret 2006 sebesar 39,05 juta (17,75 %), atau meningkat sebesar 3,95 juta dari tahun 2005.  Masalah kemiskinan yang tergolong masalah akut di bangsa ini tak kunjung ditemukan solusinya. Setiap ajang Pemilihan Kepala Daerah semua calon mengusung tema menarik “Hapuskan Kemiskinan” atau “Sejahterakan Rakyat” dan berbagai macam janji manis yang saat itu cukup bisa menarik bibir masyarakat untuk tesenyum karena secercah harapan itu masih ada. Akan tetapi, seiring perjalanan waktu yang telah mengantarkan sang calon berada di tahta tertinggi proses demokrasi bangsa ini, sepanjang waktu itu pula masyarakat negara ini tetap saja melihat fenomena kemiskinan itu bertebaran dimana-mana.

Banyak dampak yang terjadi dari faktor kemiskinan ini, salah satunya tentang kesehatan. Hal yang mustahil bagi rakyat miskin dapat memiliki kualitas hidup dengan kesehatan yang terjamin bahkan dengan senjata “Askeskin” sekalipun. . Realitanya masih begitu banyak rakyat miskin tak bisa menikmatai fasilitas ini, biaya dengan Askeskin memang murah tapi ternyata tak gampang untuk menikmatinya, tanya kenapa? Prosedur yang Njelimet. Sampai sekarang tunggakan Askeskin sebesar Rp. 1, 17 triliun masih belum dibayar oleh pemerintah.

Ketika pihak pemerintah baik di tingkat daerah, propinsi maupun pusat melakukan debat sengit untuk memutuskan berapa jumlah anggaran pembelian mobil dinas, laptop, rumah dinas dan seabgainya, di lain pihak ribuan keluarga miskin sedang berpikir keras bagaimana bisa membayar tagihan rumah sakit, atau bagaimana bisa membayar ongkos melahirkan sang istri agar sang bayi bisa di bawa pulang. Sangat menyedihkan.

Akhirnya keadaanlah yang menawarkan, orang miskin dilarang sakit

15 comments Maret 13, 2008

Previous Posts


POLLING yuuuk..

Siapakah yang layak memimpin Jawa Tengah nih?
1. Tamzil - Rozaq Rais
2. Sukawi - Sudharto
3. Bambang S - M Adnan
4. Bibit W - Rustri
5. Agus S - Kholiq A
6. Tidak Ada

View Results

Make your own poll

Tulisan Terakhir

Komentar Terakhir

Aprina di About Me
isman di About Me
fetro di About Me
Aprina di About Me
afraafifah di About Me

Yang Berkunjung

Tulisan Teratas

Kategori

Arsip

Blogroll

Asal Pengunjung

Yang Terjerat

Fhoto Seru

jalan-jalan di desa

Jalan2 161

Saat banjir di Jateng

More Photos

Yang Lagi Nonton

tracker

Meta

RSS My Mood