Feeds:
Tulisan
Komentar

Warna Rasa

biar kulukis sendiri warna rasaku

tak mudah..tapi bisa

72500_sepeda_motor_300_225Badan Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan Jakarta sebagai kota dengan tingkat polusi tertinggi ketiga di dunia, setelah Meksiko dan Thailand. Sumber polusi terbesar dihasilkan asap kendaraan bermotor yang mencapai 70 persen.

Kontaminasi gas buang kendaraan bermotor itu tak hanya membuat Jakarta menyandang kota terjorok. Kondisi itu juga berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan bagi warganya. Dan, mereka yang beraktivitas di dekat sumber polusi merupakan kelompok yang paling rentan menerima dampaknya.

Laporan World Health Organization Negara-negara Eropa WHO-Europe, 2004) menyebut, adanya hubungan antara partikel debu di udara dengan berbagai macam penyakit saluran pernapasan.

Pencemaran udara dapat meningkatkan jumlah kematian akibat penyakit paru-paru dan jantung. Bahkan, partikel debu memberi kontribusi dalam penurunan umur atau harapan hidup satu tahun atau lebih bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar Eropa.

Laporan itu dipublikasikan dalam buku ‘Peningkatan Kualitas Udara Perkotaan: Strategi dan Rencana Aksi Lokal‘ yang diterbitkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahun 2006.

WHO menetapkan beberapa jenis polutan yang berbahaya bagi kesehatan manusia, hewan, serta mudah merusak harta benda. Polutan itu merupakan partikular yang mengandung partikel (asap dan jelaga), hidrokarbon, sulfur dioksida, dan nitrogen oksida. Kesemuanya diemisikan oleh kendaraan bermotor.

• VIVAnews

bagi para pengendara motor jangan pernah abaikan masker.

Happy Idul Fitri

idul fitri

Selamat Idul Fitri kawan-kawan semua,

mohon maaf jika ada hal  yg kurang berkenan dalam dunia blog kita.

semoga jalinan silaturahmi tetap bisa terjaga dan tentunya juga semoga kita tetap bisa menjaga semangat ramadhan di 11 bulan mendatang.

MUDIK yuuuk

Mudik ceria di setiap lebaran pasti jadi moment yg ditunggu-tungu oleh kebanyakan orang. Kembali ke kampung halaman tempat dibesarkan, menghabiskan rindu dengan orang tua dan keluarga tercinta meski tak lama. Tentu saja, oleh-oleh dari pulau seberang tak lupa dibawa sekedar periang hati bagi orang-orang yang lama ditinggal selama ini.

Itu pun kurasakan setiap menjelang lebaran. Biasannya ramadhan adalah waktu puncak kerinduan pada kampung halaman tapi aroma mudik yg semakin dekat membuat tetap semangat belajar dan bekerja.nostalgia ke tempat-tempat favorit jaman bahela pasti tak terlewatkan. Nah, bagi orang-orang Manna,Bengkulu Selatan  pasti tak pernah lupa wisata utama  kita :

ufuk senja

Pantai Pasar Bawah

anak muara

Anak Muara Kedurang

Ingat pesan lama : Amau balik kitau betunggal, amaun jauh kitau seghinduan.

Gerhana Derma (Celathu Butet)

Dari dulu aku sangat suka kolom celathu butet (suaramerdeka.com). tulisan yg sangat menggelitik, kritis tanpa dikte tapi mengena.

MASIH ingat gerhana matahari total (GMT) yang terjadi tahun 80-an di Indonesia?
Untuk mereka yang saat itu belum lahir, perlu dikisahkan; peristiwa alam tertutupinya matahari oleh bulan sehingga menyerupai cincin berkilauan itu, diperlakukan dengan sangat heboh.

Pemerintah Orde Baru bahkan turun tangan, ikut mengatur bagaimana rakyat merespons  gejala alam itu.  GMT yang semestinya biasa, dibayangkan menjadi luar biasa dan menakutkan. Rakyat ditakut-takuti. Diimbau supaya tidak menyaksikan gerhana.

’’Jika melihat langsung mata bisa buta,’’ begitu pemerintah kasih peringatan. Malah melalui TVRI, satu-satunya siaran resmi saat itu, pemerintah berkampanye dengan menggambarkan cara dan tindakan ’’terbaik’’ saat GMT tiba, yaitu sembunyi di kolong tempat tidur. Walah walah…

’’Hua ha ha, lucu sekali ya. Hanya untuk melihat gejala alam saja, pemerintah ikutan mengatur. Kok gitu sih?’’ tanya Jeng Genit yang ketika GMT statusnya masih umpluk, alias belum lahir.

’’Dan sialnya, banyak orang yang patuh. Tidak berani melihat cincin raksasa mengkilat di angkasa. Sayang sekali, padahal pada detik GMT itu pemandangannya indah banget. Hari yang semula terang benderang, lalu meredup perlahan-lahan, gelap total kayak malam hari, dan di langit terlihat matahari tertutupi rembulan.

Yang terlihat kemudian adalah bulatan kayak cincin menyala di tepiannya. Wuaah..wah, wah, jan elok tenan,’’ kenang Mas Celathu dengan agak mendramatisasi, sehingga Jeng Genit semakin gemas karena selama hidupnya dia tak akan sempat menyaksikan keajaiban alam yang berlangsung seratus tahun sekali itu.

’’Wuiihhh, bagus sekali ya? Tapi kenapa pemerintah melarang rakyat melihat keindahan dan keajaiban itu?’’

’’Soalnya, dulu itu pemerintah hobinya bikin larangan. Ibaratnya, sehari saja tidak bikin larangan, pejabatnya langsung pegel linu dan gatal-gatal.. he he he..’’
’’Lha kok Bapak bisa melihat gerhana itu. Hayooo, pasti bandel ya? Nggak patuh sama pemerintah. Bukannya rakyat itu wajib patuh kepada pemerintahnya?’’

Lanjut Baca »

Permintaan Pertama

Hal yang wajib kulakukan setiap sahur pertama di bulan puasa untuk menelpon ibu bapakku yang cuman tinggal berdua di rumah. Santai ngobrol sambil bercanda yang dari dulu bapakku sangat pintar “menggoda”. Tapi yang cukup berbeda tahun ini sejak aku pergi merantau adalah permintaan pertama ibuku. Beliau bilang “cepatlah pulang nak, jangan nunggu sampai tanggal 12 september, terlalu lama. biar kau bisa lama di rumah. terus ku bilang “tiketnya sudah dipesan buat tagl 12 bu, tapi aku janji tahun ini aku akan lebih lama tinggal di rumah”

biasanya ibu tidak pernah meminta demikian, seperti tersirat bahwa beliau ingin menghabiskan waktu lama denganku Memang sih, setiap pulang lebaran satu tahun sekali paling lama 2 minggu di rumah dan kalau kata ibuku belum habis rindunya padaku.

Yah, aku mengerti mengapa beliau meminta seperti itu. karena mungkin tahun  depan hari lebaran akan berbeda dari biasanya. Tanpa anak gadisnya satu-satunya di hari pertama lebaran.

Jakarta – Di tengah misteri bom JW Marriott dan Ritz-Carlton, satu kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Tanjim Al Qo’idah Indonesia mengaku bertanggung jawab atas ledakan bom itu. Statemen mereka beredar luas di internet.

Salah satu situs yang memuat statemen kelompok yang dipimpin Abu Mu’awwidz Nur Din bin Muhammad Top adalah http://mediaislam-bushro.blogspot.com.

Belum diketahui keaslian statemen itu. Namun selama ini, teroris yang beraksi di Indonesia tidak pernah meninggalkan jejak dengan memuat statemen sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Berikut statemen kelompok ini:
Lanjut Baca »

Bila Kutitipkan

bila kutitipkan dukaku pada langit

pastilah langit memanggil mendung

bila kutitipkan resahku pada angin

pastilah angin menyeru badai

bila kutitipkan geramku pada laut

pastilah laut meggiring gelombang

bila kutitipkan dendamku pada gunung

pastilah gunung meluapkan api

tapi…

akan kusimpan sendiri mendung dukaku

dalam langit dadaku

kusimpan sendiri badai resahku

dalam angin desahku

kusimpan sendiri gelombang geramku

dalam laut pahamku

kusimpan sendiri api dendamku

dalam gunung resamku

kusimpan…sendiri…

sebenarnya aku mencari buku kumpulan taufik ismail,  bahkan setelah mengitari semua stan aku tidak menemukan buku itu. tapi di sebuah stan aku melihat buku Gus Mus dan di dalamnya ada sebuah puisi indah yang akhirnya kuhapalkan.

meski buku Gus Mus ini bukan kumpulan puisi tapi aku tetap membalinya untuk seoarang kawan.dan alasan kedua aku membelinya karena  aku sangat menyukai puisi yg satu ini.kata-katanya adalah kata-kata sederhana tapi bisa menggambarkan perasaan sang penulis secara utuh tanpa mengalami kesulitan untuk dipahami.

Kelelahan Pemilu

blogTanggal 8 Juli 2009 kembali rumah kita “indonesia” ini akan menggelar hajatan besar yang diprediksi akan menghasiljan dana yang tidaklah sedkiti. Pemilu legislatif 9 April lalu konon telah mengahibiskan dana negara Rp 47 milyar. Belum dana yang harus dikeluarkan oleh masing-masing caleg secara personal mengingat aturan baru KPU dimana perolehan kursi legislatif ditentuan oleh suara perseoarangan. Bagi yang terobsesi menjadi caleg tentu tak segan-segan mengeluarkan jutaan bahkan milyaran rupiah untuk sebuah kursi di parlemen.

Pengorbanan yang tidak sedikit ini bisa berpeluang menimbulkan keguncangan bagi para caleg yang gagal , bebrapa pemerintah daerah pun telah menyiapkan antisipasi tingkat stress tinggi dengan menyediakan rumah sakit “istimewa” bagi mantan calon anggota legislatif, yang sebenarnya sangat mengenaskan.

 

Sambung menyambung proses pemilu tahun ini bisa berdampak pada kelelahan masyarakat untuk mengikuti pesta demokrasi ini. Bagaimana tidak, masyarakat dicekoki dengan berbagai macam informasi dari semua partai dan caleg peserta pemilu yang sangat banyak. Kondisi ini tentu menimbulkan kebingungan-kebingungan di kalangan pemilih, belum KPU juga turut mensosialisaikan aturam pemilu yang sama sekali berubah.

 

Kebingungan masyarakat jika tidak ditangani dengan baik bisa berdampak pada proses pemilihan presiden mendatang. Angka golput yang sangat tingii menjadi evalausi bagi pemerintah, partai dan pihak terkait bahwa kualitas pemilu kita masih sangat rendah.

Banyak asumsi penyebab angka golput tinggi, tapi yang paling penting evaluasi bagi pihak terkait dapat menemukan solusi untuk menekan jumlah golput baik secara peraturan, teknis pemilihan maupun bagi partai dan caleg yang akan berkmapanye. Metode-metode kampanye dan sosialisasi  oleh partai harus efektif dan berkesinmabungan bukan sekedar menjelang pemilu dan mengandalkan politik iklan, efeknya kemudian mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap partai dan meraih suara secara elegan tanpa kecurangan-kecurangan dan money politic yang selama ini  masih menjadi tradisi buruk.

Bagi KPU, sosialisasi aturan pemilu harus bisa dilakukans ejak dini, bukankah banyak yang bisa di gandeng untuk kerjasama? Bukannya masih ada lembaga lain yang peduli terhadap kecerdasan politik masyarakat? dana tak mesti dijadikan alasan jika bisa mengoptimalkan semua pihak, banyak jalan menuju Roma.

 

Pemilu yang bersih, jujur, aman dan damai tak akan membuat kita lelah untuk  terus berusaha demi perbaikan Indonesia

 

Kini Dia Sahabatku

Semarang cerah, Maret 2007

 

Kini Dia jadi sahabatku..

Setelah lama ku bergelut melawan nurani

Kukuh berpikir salah

Membuatku terpuruk

 

Kini Dia jadi sahabatku….

Setelah pernah janjiku takkan pernah memaafkannya

Berpaling muka enggan bertatap

Dengar suara pun takkan rela

 

Kini Dia jadi sahabatku…..

Kala sadar gugah gelisah

Hapus titik hitam meski perlahan

 

Bukan dia sebab musabab

Tapi perjalanan yang harus kulalui

ternyata diujung terasa nikmat

Pertemuan penuh makna….

 

Dan kini ia jadi sahabatku…

Guru kehidupanku

Tulisan Sebelumnya »