Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juli, 2008

Seorang teman mengirimkan catatan seperti tertulis di bawah ini:

BELILAH BAHAN BAKAR ATAU ISILAH MOBIL ATAU MOTOR ANDA PADA WAKTU HARI MASIH PAGI KETIKA TEMPERATUR TANAH MASIH DINGIN.


Ingat bahwa semua SPBU mempunyai tanki penyimpanan di bawah tanah. Semakin dingin tanahnya maka semakin padat/kental bahan bakarnya. Jika temperatur mulai panas/hangat, maka bahan bakarnya akan mengembang. Jadi jika membeli bahan bakar pada siang hari atau petang hari….sebenarnya bahan bakar yang diisikan ke dalam tanki kendaraan anda jelas lebih sedikit dibanding jumlah liter yang anda beli.
Dalam business perminyakan, gravity yang spesifik dan temperatur bensin,
diesel dan bahan bakar pesawat jet, ethanol dan produk minyak lainnya punya peranan penting. Kenaikan 1derajat merupakan hal yang sangat berpengaruh dalam business ini.
Tetapi SPBU tidak memberikan ganti rugi/kompensasi karena temperatur.

SALAH SATU YANG PALING PENTING ADALAH ISI BAHAN BAKAR SAAT TANKI KENDARAAN ANDA MASIH SETENGAH PENUH.


Alasannya adalah semakin banyak bahan bakar yang ada di tanki kendaraan,
maka semakin sedikit udara yang ada di bagian tanki yang kosong. Bensin
menguap lebih cepat dari pada yang bisa kita bayangkan. Tanki penyimpanan
bensin mempunyai apa yang kita sebut atap yang mengapung yang berfungsi
sebagai clearance zero antara bensin dan atmosfer sehingga penguapannya bisa dikurangi. Tidak seperti SPBU, tempat saya bekerja di sini setiap truck yang kami muati ada ganti rugi/kompensasi karena temperatur, sehingga setiap liter yang dibeli jumlahnya benar-benar sesuai/tepat.

YANG PERLU DIINGAT LAGI, JANGAN ISI BENSIN JIKA ADA TRUK BAHAN BAKAR SEDANG MENGISI TANKI PENYIMPANAN

Hampir pasti bensin/solar akan teraduk saat bahan bakar dipompakan dari truck ketanki penyimpanan, dan kemungkinannya akan ada kotoran di dasar tanki penyimpanan yang teraduk naik dan terikut masuk ke tanki kendaraan anda. Saya berharap hal ini akan menolong anda untuk mendapatkan nilai yang maksimal dari rupiah yang anda gunakan untuk membeli bensin.

Iklan

Read Full Post »

SAVE OUR CHILDRENS

 

 

Dalam rangka memperingat  Hari Anak Nasional

Tulisan ini sebenarnya kebanyakan kutipan data-data yang saya dapat dari berbagai sumber  tentang kondisi anak-anak Indonesia yang kurang beruntung, dengan harapan hati kita masih tergugah untuk menjadi bagian dari perubahan. Peduli dan membantu menyelamatkan calon-calon pemimpin bangsa ini.

Pancasila telah jelas merumuskan tujuan bangsa yang salah satunya untuk menciptakan kesejahteraan dan keadilan bagi segenap warganya. Program sosial-kemanusiaan yang menitikberatkan pada kesejahteraan anak-anak bangsa, baik dari segi pendidikan maupun ekonomi, sudah seharusnya dilaksanakan secara berkelanjutan dan menyeluruh serta menyentuh. Akan tetapi, yang sering terjadi selama ini, program-program kemanusiaan untuk anak-anak masih tidak optimal bahkan cenderung terabaikan. Padahal jika kita bebicara permasalahan social terutama dampak dari urbanisasi maka masalah anak-anak terlantar mejadi bagian yang tidak bisa dihindari.

FAKTA MENUNJUKKAN

Data menunjukkan jumlah anak putus sekolah di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Pada  tahun 2006 jumlahnya “masih”  sekitar 9,7 juta anak.  Namun, setahun kemudian sudah bertambah sekitar 20 % menjadi 11,7 juta jiwa.

Menurut  catatan Komnas Perlindungan Anak  pada tahun 2007 sekitar 155.965 anak Indonesia hidup di jalanan. Sementara pekerja di bawah umur sekitar 2,1 juta jiwa. Anak-anak tersebut sangat rawan menjadi sasaran perdagangan anak. Data dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Departemen Pendidikan Nasional dan sensus nasional tahun 2002 menyebutkan anak Indonesia yang putus sekolah di tingkat SD sebesar 1,46 persen, putus sekolah di tingkat SMP/MTs sebesar 2,27 persen dan di tingkat SMA sebesar 2,48 persen. Selain itu masih ada sekitar 283.990 anak yang buta aksara. Salah satu penyebab anak putus sekolah itu adalah gizi buruk.  Dari 23,725 juta anak Indonesia, 1,25 juta mengalami gizi buruk.. Selain masalah pendidikan, mereka yang kurang beruntung akhirnya harus bernasib menjadi anak jalanan, anak yang diperdagangkan, anak korban eksploitasi, anak yang berkonflik dengan hukum, anak yang mengidap HIV/AIDS dan anak korban narkoba. Sebagai gambaran, di 12 kota di Indonesia terdapat 472.000 anak jalanan, dari jumlah tersebut 40 persen mengaku tidak punya orang tua. Tetapi banyak juga yang mengaku dieksploitasi oleh orang tua mereka untuk mencari uang di jalanan., anak Indonesia yang menderita HIV/AIDS ada 154 orang. Belum lagi anak-anak yang berkonflik dengan hukum. Bahwa ada kecenderungan anak semakin dieksploitasi oleh orang tua atau terpaksa mencari nafkah, diungkapan Peneliti dari Lembaga Demografi Universitas Indonesia, Donovan Bustami, yang mengutip data dari Depnakertrans menyebutkan jumlah pekerja anak di Indonesia pada tahun 1995 sebesar 1,6 juta, kemudian meningkat menjadi 1,7 juta di tahun 1996 dan meningkat kembali menjadi 1,8 juta pada tahun 1997. Tahun 1998 mencapai 2,1juta anak.. Data itu tidak menggambarkan situasi yang sesungguhnya, bahwa jumlah pekerja anak jauh lebih besar dari data BPS atau Depnakertrans. Karena laporan Depdiknas menunjukkan bahwa antara tahun 1995-1999 tercatat 11,7 juta anak usia sekolah yang terpaksa putus sekolah dengan alasan bekerja.

(lebih…)

Read Full Post »

Permasalahan internal di kubu PKB sampai sekarang masih saja berlangsung. Lihat saja saat pengambulan nomor parpol di kantor KPU kemarin. Muhaimin selaku Ketua Dewan Tanfidz PKB versi MLB Ancol, tiba di kantor KPU sekitar pukul 13.05 WIB. Meski dihimbau KPU agar datang bersama Yenny Wahid (Sekjen PKB) sesuai dengan Muktamar Semarang, Muhaimin memilih datang bersama Sekjen PKB versi Mlb Ancol, Lukman Edy. Lima belas menit kemudian, Yenny Wahid datang bersama Ketua Umum Dewan tanfidz PKB versi MLB Parung, Ali Masykur Musa

(lebih…)

Read Full Post »

Merdeka. Merdeka. Begitu salam pembuka tokoh Megakarti dalam siaran Negeri Impian sebagai tayangan parodi. Bagaimanapun, semangat idealisme di balik salam pembuka itu mencerminkan idealisme Pancasila. Selama ini, tampaknya hanya Megawati yang dengan gigih dan tegar mengumandangkan idealisme Pancasila yang dikaitkan dengan tokoh legendaris Bung Karno.

Ketokohan yang mengidentikkan diri dengan semangat idealisme itu tampaknya telah dimanfaatkan dengan sangat berhasil dalam pilgub di Jawa Tengah oleh tim sukses pasangan Bibit-Rustri.

“Kemenangan” Bibit-Rustri dalam pilgub baru-baru ini tidaklah berlebihan kalau dikaitkan dengan keampuhan iklan-iklan politik pasangan cagub Bibit-Rustri maupun gencarnya kawalan Megawati dengan PDI-P dalam kegiatan kampanye mereka.

Andalan lain dari pasangan mereka adalah penampilan tokoh cawagubnya, Rustriningsih yang dianggap sebagai bupati yang berhasil selama memangku jabatan sebagai bupati. Selain itu, tokoh tersebut telah secara nyata tampil sebagai satu-satunya tokoh perempuan, yang menjadi andalan kaum pembela peran perempuan.

(lebih…)

Read Full Post »