Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Marketing’ Category

oleh : Amalia E. Maulana

Sebenarnya istilah LINE (yang berarti garis) dalam ATL dan BTL itu berawal dari kategorisasi dalam neraca keuangan. Kategori pertama berlaku bagi kegiatan pemasaran yang kena komisi biro iklan. Ini dimasukkan dalam ‘cost of sales’ dan dikurangi sebelum ditentukan gross profit. Kategori kedua untuk kegiatan pemasaran non iklan yang tidak kena komisi. Biayanya dimasukkan dalam biaya operasional dan dikurangi sebelum ditentukan net profit.

Kedua jenis budget tersebut dipisahkan dengan sebuah garis (LINE). Yang mengandung unsur komisi, ditulis di bagian atas neraca, disebut sebagai Above the line (ATL). Sisanya, dijadikan satu di bawah garis tadi, disebut kelompok Below the line (BTL). Sudah banyak yang melupakan definisi awal komunikasi ATL vs BTL tersebut.

Dalam banyak tulisan, ATL dan BTL dijelaskan perbedaannya sebagi berikut:

Above the line (ATL)
– Target audiens luas
– Lebih untuk menjelaskan sebuah konsep atau ide. Tidak ada interaksi langsung dengan audiens.
– TV, Radio, Majalah, koran, billboard

Below the line (BTL)
– Target audiens terbatas
– Media atau kegiatannya memberikan audiens kesempatan untuk merasakan, menyentuh atau berinteraksi, bahkan langsung action membeli.
– Event, Sponsorship, Sampling, Point-of-Sale (POS) materials, Consumer promotion, Trade promotion, dll

(lebih…)

Read Full Post »

MOUTH TO MOUTH

            Sebuah Artikel di Majalah Marketing 2006 menyebutkan Efektivitas Word of Mouth yang mampu menjadi strategy promosi yang efektif bagi konsumen. Pengaruhnyanya bahkan bisa mengalahkan Promosi melalui media Above the line. Di tengah gencarnya berbagai media promosi saat ini aktivitas promosi melalui word of mouth banyak yang meninggalkan. Bisa dilihat bagimana para produsen membuat iklan semenarik mungkin agar tak ditinggalkan konsumen ditengah persingan pasar yang semakin ketat bahkan tak segan-segan untuk menaikkan anggaran promosi perusahaan.

           Akan tetapi sunggung mengejutkan ketika MRI pada September 2006 melakukan riset dan ternyata menghasilkan bahwa medium WOM (word of mouth) dapat mengalahkan pengaruh  iklan ATL (TV, radio, cetak). Selain itu dari hasil riset juga ditemukan bahwa WOM menjadi sumber informasi terbaik dan memberi pengaruh besar dalam pengambilan keputusan. Hal ini berarti bahwa komunikasi interpersonal dengan startgy mouth to mouth jauh lebih dipercaya oleh konsumen dibandingkan melalui media ATL (lebih…)

Read Full Post »