Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Puisi’ Category

Lagu Lama

Jika kau hebat, hilangkan saja si miskin yg tak tak jera

atau komplek rusun yang bikin kumuh sudut  kota

sebab hanya habiskan uang negara

Tapi kau bukan apa-apa

lapangan kerja saja tak bisa kau cipta

apalagi rumah sewa yang berharga murah

koruptormu semakin merajalela, bahkan bisa melanglang buana

masuk penjara saja masih bisa berleha-leha

sedang kau tak bisa berkata apa-apa

Kau hanya bisa nyanyikan lagu lama saat musim pilkada tiba

“pilih aku yang terpercaya, untuk negeri yang makin tak berdaya”

ah, ternyata kau bukan siapa-siapa

Kau juga tak punya apa-apa

untuk negeri yang katanya sangat kau cinta.

Read Full Post »

Sekedarnya SAja

Temen-temenku bilang sekarang aku kena virus romantis karena kegandrungan nulis puisi…aku berpikir..masa iya sih kl orang yg nulis puisi selalu dalam kriteria romantis? tapi jika begitu tak apalah aku di sebut romantis tapi bukan romantias melankolis….he..he. Beberapa tulisan untuk blog sudah kusiapkan hanya saja belum diberi sentuhan terkahir alias finishing touch.

Akhir-akhir ini aku kegandrungan nulis puisi,banyak mood buat bikin puisi sederhana. sepertinya karena beberapa bulan terakhir sosok WS rendra dan taufik ismail benar-benar lagi menjelma dalam pikirian, terinspirasi.

termasuk beberapa hari lalu kubuat puisi sederhana untuk seorang perempuan berhati mulia :

Aku lari dari kerinduan seperti ini

Bergelora, hebat membuncah.

Sekedar tautan doa lirih yang menenangkan.

Pada  Ibu , jauh tak terpandang. Tak tersentuh.

Read Full Post »

Warna Rasa

biar kulukis sendiri warna rasaku

tak mudah..tapi bisa

Read Full Post »

Bila Kutitipkan

bila kutitipkan dukaku pada langit

pastilah langit memanggil mendung

bila kutitipkan resahku pada angin

pastilah angin menyeru badai

bila kutitipkan geramku pada laut

pastilah laut meggiring gelombang

bila kutitipkan dendamku pada gunung

pastilah gunung meluapkan api

tapi…

akan kusimpan sendiri mendung dukaku

dalam langit dadaku

kusimpan sendiri badai resahku

dalam angin desahku

kusimpan sendiri gelombang geramku

dalam laut pahamku

kusimpan sendiri api dendamku

dalam gunung resamku

kusimpan…sendiri…

sebenarnya aku mencari buku kumpulan taufik ismail,  bahkan setelah mengitari semua stan aku tidak menemukan buku itu. tapi di sebuah stan aku melihat buku Gus Mus dan di dalamnya ada sebuah puisi indah yang akhirnya kuhapalkan.

meski buku Gus Mus ini bukan kumpulan puisi tapi aku tetap membalinya untuk seoarang kawan.dan alasan kedua aku membelinya karena  aku sangat menyukai puisi yg satu ini.kata-katanya adalah kata-kata sederhana tapi bisa menggambarkan perasaan sang penulis secara utuh tanpa mengalami kesulitan untuk dipahami.

Read Full Post »

Kini Dia Sahabatku

Semarang cerah, Maret 2007

 

Kini Dia jadi sahabatku..

Setelah lama ku bergelut melawan nurani

Kukuh berpikir salah

Membuatku terpuruk

 

Kini Dia jadi sahabatku….

Setelah pernah janjiku takkan pernah memaafkannya

Berpaling muka enggan bertatap

Dengar suara pun takkan rela

 

Kini Dia jadi sahabatku…..

Kala sadar gugah gelisah

Hapus titik hitam meski perlahan

 

Bukan dia sebab musabab

Tapi perjalanan yang harus kulalui

ternyata diujung terasa nikmat

Pertemuan penuh makna….

 

Dan kini ia jadi sahabatku…

Guru kehidupanku

Read Full Post »

PERI BIRU

Ah….seandainya saja aku bisa

Mungkin kalian akan tetap di sini bersamaku

Menjadi bagian warna perjalanan

Di setiap langkah kaki lemahku

 Melewati hari-hari dengan pijakan kaki terkuat

 

Sayang, kadang dunia tak banyak menawarkan pilihan

Seperti saat ini…………..

Aku pun harus tetap berdiri

Mengokohkan hati jauh ke dada langit

 Tanpa kalian, ..

 

 aku sadar jauh di ruang hatiku telah tersimpan semua tentang kalian

Menjadi bagian tak terpisah dalam kehidupan…..Indah

Read Full Post »

Perkenankanlah aku mencintaimu seperti ini

tanpa kekecewaan yang berarti meski tanpa kepastian yang pasti

Harapan-harapan yang setiap kali dikecewakan kenyataan

Biarlah dibayar oleh harapan-harapan baru yangmenjanjikan

Perkenankanlah aku mencintaimu semampuku

menyebut-nyebut namamudalam kesendirian pun lumayan

Berdiri di depan pintumu tanpa harapan

Kau membukanya pun terasa nyaman

Sekali membayangkan kau memperhatikanpun cukup memuaskan

Perkenankanlah aku mencintaimu sebisaku

Oleh : Mustofa Bisri

Read Full Post »

Older Posts »