Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November, 2007

KOALISI SEPASANG MANUSIA

Sebuah fragmen tercatat dalam sirah nabawiyah. Begitu penuh kekuatan dan ketenangan Khadijah meyakinkan Muhammad bahwa beliau benar-benar telah mendapatkan wahyu, sehingga Muhammad pun merasa tenang. Perlakuan Khadijah saat itu lahir dari pemahaman mendalam terhadap siapa dan bagaimana Muhammad. Begitupun Muhammad,beliau memahami Khadijah sebagai perempuan cerdas dan bijaksana, tempat mempercayakan segala rahasia.

Usia 15 tahun perkawinan telah mampu membuat mereka memahami satu sama lain. Perkawinan telah mematangkan dan mengokohkan karakter dan kepribadian yang hebat. Pantaslah saat Khadijah meninggal Rasulullah merasakan kehilangan yang sangat. Beliau berujar, siapakah wanita yang sanggup menggantikan peran khadijah? Ya, Khadijah mampu memaknai dan menghayati perannya dengan sangat baik; sebagai istri, ibu, sahabat, pendukung, mitra Rasulullah dalam berjuang.

Dan sejarah selalu menjadi sumber inspirasi. Begitupun kehidupan perkawinan Rasulullah, ia adalah sebuah contoh nyata bagaimana membangun tim kehidupan, tim kehidupan yang solid. Maka, tentu ada banyak hal harus dilakukan agar tim kehidupan tersebut kokoh. Salah satunya adalah saling memahami pasangan hidup.

Pekerjaan memahami bukanlah pekerjaan yang mudah. Tentu, sebab memahami seringkali bermakna menekan egoisitas, perasaan superior, perasaan untuk diakui dan dihargai sebagai diri otonom dan perasaan paling benar. Pekerjaan memahami dalam sebuah perkawinan adalah pekerjaan sepanjang usia. Memahami adalah sebuah ta’aruf yang mendalam; tidak sekedar memahami secara fisik tetapi juga karakter, wawasan, kapasitas, potensi, latar belakang budaya dan keluarga. Memahami pasangan berarti adanya usaha untuk saling melengkapi, saling mengisi, saling memperkaya satu sama lain.

Maka, memahami adalah sebuah proses untuk menciptkan tim kehidupan yang solid dan produktif. Tim kehidupan dengan cinta yang mempunyai daya kehidupan, persis seperti apa yang dikatakan Muhammad Iqbal dalam bait puisinya……….

Cinta membagi bulan menjadi

dua, Terhadap kepala Namrud,

cinta menghantam tanpa,

hentakan, dan mengalahkan bala

firaun tanpa peperangan. Cinta

mendiami jiwa bagai penglihatan

dalam mata, di dalamnya atau di

luar. Keduanya api yang

membakar menajdi abu.

Cinta menembus ruang dan

waktu, pun juga yang jauh, yang

dekat, yang nanti dan yang lalu…..

“Azka Adzkia”

(kado untuk pengantin di tahun ke-3 pernikahan.Untuk Dang&onga dalam keberkahan pernikahan…)

Read Full Post »

BAGAIMANA RASANYA BEKERJA DI GOOGLE?

Very fun and very productive…..begitu jawaban yang kira-kira akan diberikan jika judul tulisan ini ditujukan kepada para pekerja Google. Mungkin jawaban seperti inilah yang akhirnya menobatkan mereka sebagai jawara nomer satu dalam survei   The Best Place To Work For, sebuah survei tahunan yang diselenggarakan oleh Majalah Fortune buat memilih perusahaan terbaik untuk dijadikan tempat bekerja.

googlegym11.jpgJika ditelisik lebih dalam mengapa para pekerja di Google begitu enjoy bekerja di perusahaan itu, maka mereka akan memberikan jawaban pada dua hal : fasilitas layanan karyawan yang amat menggiurkan dan – jangan kaget – mutu makanan yang luar biasa sedap.

Mari kita mulai bahas dari aspek makanan. Pertama-tama mesti segera disebut, mutu dan jenis makanan yang disediakan Google untuk para pekerjanya sungguh fantastis. Bayangkan, didalam kompleks kantor pusat mereka di Mountain View, California (mereka menyebutnya Googleplex), manajemen Google menyediakan sebelas kafe/restauran dengan menu sekelas menu hotel bintang lima dan semuanya disajikan secara……gratis. Semua jenis dan pilihan makanan tersedia : mulai dari sajian steak khas Eropa, Sushi a la Jepang, hingga sajian Chinese Food yang menggoda. Semuanya dimasak oleh chef kelas dunia. Dan rasa semua makanan yang tersaji pasti……mak nyus.

Begitu senangnya para pekerja Google dengan kantin-kantin ini, sehingga dalam survei internal yang mereka lakukan, mayoritas karyawannya selalu menyebut faktor makanan ini yang membuat mereka sungguh betah bekerja di Google. Fakta ini yang kemudian juga membuat Google melakukan langkah yang kreatif dalam persaingan ketat mencari para calon pekerja andal. Dalam setiap iklan lowongan kerja yang dipasang, mereka selalu tak lupa mencantumkan daftar menu makanan mereka yang sungguh lezat itu…..Dan konon, rupanya banyak calon pelamar yang tergiur sehingga akhirnya berbondong-bondong mengajukan lamaran kerja ke Google.

Elemen lain yang juga membuat para pekerja Google happy adalah fasilitas layanan yang sungguh menggiurkan. Dalam Googleplex mereka yang luas dan megah, tersedia gym lengkap dengan para pemandunya, kolam renang yang luas, arena bowling, lapangan volley pantai, home-theater yang asyik, perpustakaan lengkap nan nyaman……..Pendeknya memasuki Googleplex ibarat bukan sedang memasuki ruang kantor yang garing nan membosankan, namun seperti tengah masuk ke taman bermain yang indah dan penuh keriangan.

Namun itu semua belum cukup. Didalam kompleks gedungnya, Google juga menyediakan fasilitas otoped untuk berjalan dari satu ruang ke ruang lainnya (seperti yang tertampil digambar sebelah). Juga ada fasilitas laundry, bengkel dan cuci mobil, serta ruangan spa dimana Anda semua bisa leyeh-leyeh setelah letih seharian lembur kerja. Oh ya, manajemen Google juga tak lupa menyediakan semacam “personal assistant” bagi seluruh pekerjanya. Jadi jika ada karyawan Google yang ingin berlibur ke Paris, mereka tinggal kontak personal assistant ini. Orang inilah yang akan mengurus semuanya : mulai dari pesan tiket pesawat, booking hotel, merancang acara liburan hingga membuatkan daftar oleh-oleh yang layak dibeli.

Oh my God….betapa indahnya bekerja di Google, begitu mungkin gumam kita dalam hati menyaksikan serangkaian fasilitas yang sungguh menyenangkan ini. Namun, bagi Lary Page dan Sergey Brin – dua anak muda pendiri Google – semua upaya itu memang kudu dilakukan untuk bisa terus memelihara great talent mereka akan tidak lari atau dibajak perusahaan pesaing. Juga untuk terus membuat seluruh pekerja Google happy, sebab hanya dengan begitu, mereka bisa terus menciptakan serangkaian inovasi yang produktif buat para pelanggannya.

Dengan kata lain, untuk terus mampu menciptakan produk kelas dunia, manajemen Google terus berupaya keras untuk memotivasi dan membikin gembira para pekerjanya. Dan itu dilakukan antara lain dengan selalu menyajikan makan siang yang bergizi, lezat, dan bikin lidah bergoyang.

Post by Yodhia Antariksa

Read Full Post »

HP dan KAMBING

Kututup hidung ketika melewati kerumunan kambing. Baunya yang menyengat
ternyata tidak mengganggu penjualnya.
Dalam hati sempat juga ngedumel sich “Nih orang mau jualan kambing gak
melihat-lihat tempat apa?
Masak jual hewan yg bau itu di dekat kios-kios elektronik. Kenapa nggak
sekalian aja jualan di dalam mall?” gerutuku dalam hati.
Orang yang lalu lalang, ada yang cuek, ada yang menutup hidung, ada juga
yang justeru menghampiri hewan bau itu.
Kupercepat langkah kakiku melewati tempat tersebut, mataku menatap lurus
kedepan, tepat ke sebuah kios penjual HP.
Memang kios itulah yang menjadi tujuanku ke tempat ini.
Kuraba saku celana, masih tersimpan HP type lama yang sudah 5 tahun aku
gunakan. Sebenarnya HP tersebut tidak bermasalah, masih layak untuk di
gunakan, baik bertelepon maupun ber-SMS.
Tetapi untuk saat ini, HP tersebut sangatlah “tidak layak” digunakan di
tempat umum.

Sering saat aku berangkat atau pulang kantor menggunakan KRL menyaksikan
penumpang yang menggunakan HP terkini, canggih, suara polyphonic, ada
radio, MP3 bahkan kamera foto & video.
Suaranya merdu sekali saat ada telepon masuk, bisa lagu klasik ataupun
lagu pop yang sedang top dari penyanyi papan atas.
Sering aku ikut melantunkan dalam hati lagu yang kebetulan aku tahu dan
seakan ingin agar pemiliknya tidak segera mengangkat
telepon tersebut agar aku bisa lebih lama mendengarkan lagu yang sedang di
gandrungi banyak orang itu.

Memang luar biasa perkembangan teknologi saat ini, satu alat bisa mewakili
berbagai macam fungsi alat-alat lainnya.
Tidak perlu membawa walkman untuk mendengarkan lagu, tidak perlu bawa
kamera untuk berfoto.
Cukup bawa satu buah HP, semua itu sudah bisa terwakili. Bahkan saat ini
ada semacam fasilitas untuk berbicara
sekaligus melihat lawan bicara di seberang, kalau tidak salah 3G (mohon
maaf kalau istilahnya salah, maklum belum pernah pakai)

Kadang cukup kaget juga sich saat tahu siapa saja pemilik alat-alat
canggih tersebut. Dari pegawai kantoran macam aku, pengusaha, pegawai
negeri, pegawai toko & mall bahkan pedagang bakso sekalipun.
Sekali waktu sempat kulihat, pegawai toko VCD di Glodok saling bertukar
lagu lewat fasilitas bluetooth.
HP yang ada di saku celanaku, jangankan kamera, fasilitas bluetooth pun
tak ada, lelucon yang sering di lontarkan kawan-kawan adalah “Mau
dikirimin lagu bagus nggak? Pakai bluetooth aja, kan HP kamu emang rada “b
u t u t” pasti bisa dech…….. ” Dan seperti biasa aku cuma bisa nyengir
sambil ikut tertawa.
Sekarang semua itu akan berubah, dengan susah payah aku kumpulkan sebagian
gajiku untuk menggantikan rasa “malu” dengan “kebanggaan” bertelepon di
tempat umum. Tidak sia-sia pengorbananku selama setahun ini, dengan
terkumpulnya dana 3 juta untuk mengganti HP lama dengan HP baru, yang saya
pikir dengan dana tersebut cukuplah membeli HP canggih.

Belum sampai di depan kios HP yang kutuju, sempat terdengar pertanyaan
dari orang yang menghampiri pedagang kambing tadi.
“Bang, kambing yang itu harganya berapa bang ?” si pedagang menjawab ”
Satu juta pak”
“Kok mahal amat sih bang?”
“Itu yang terbesar pak, sehat lagi. Sangat pantas untuk Qurban !”
“Wah kalau segitu sih, mana sanggup saya beli? Berapa sih hasil dari
ngasong bang!”
(“ooo ternyata orang itu adalah pedagang asongan” ujarku dalam hati)
“Kalau yang coklat itu berapa bang? Itu yang rada kecilan”
“Itu 750 ribu pak, harga pas, nggak ngambil untung besar lho pak.” “Saya
cuma ada 650 ribu bang, boleh ya………? ”
“Wah pak , kalau segitu sih belum dapat, ongkos angkut ke sininya saja
sudah mahal,
bagaimana kalau yang putih itu saja” kata si pedagang sambil menunjuk
kambing yang lebih kecil
“Yah sudahlah, dari pada besok belum tentu terbeli” katanya pasrah “ini
juga dari hasil nabung 3 tahun yang lalu, bang”.

Seketika aku terkesiap, tiba-tiba rasa malu muncul dan mengalir deras
dalam hati-ku rasa malu ini bahkan melebihi rasa malu saat kawan-kawan
mencemooh HP butut-ku. Kuhentikan langkah kaki ini, tiba-tiba sekali aku
jadi tertarik mendekati hewan yang bau itu. Bayangan HP baru
perlahan-lahan hilang, berganti dengan bayangan gema Takbir saat kambing,
domba dan sapi di sembelih dengan menyebut asma Allah.

“Terima kasih ya Allah, Kau telah memberikan rasa malu pada hati manusia”.

(KRL Bojong – Jakarta 121206)

Regards, Haris Adiwijaya

Read Full Post »

Belum lama ini Frointier Consulting Group melakukan survey tentang Happiness Index (IHI) 2007 yang menunjukkan tingkat kebahagiaan masyarakat. Dari survey tersebut Jakarta termasuk kota yang penduduknya paling tidak bahaigia, index yang dicapai hanya 46,20 dibanding kota lainnya, seperti Semarang (48,74); Makassar (47,95); Bandung (47,88) dan Suarabaya (47,19). Jakarta hanya mengungguli Medan yang memiliki indeks kebahagiaan sebesar 46,12.

(lebih…)

Read Full Post »

SEMARANG KALINE BANJIR

    Banyak orang yang sangat menanti turunnya hujan, katanya keberkahan hujan banyak mendatang rezeki. tentu saja karena air merupakan sumber vital hidup dan kehidupan hujan.  Tapi bagaimana jika ternyata hujan tesebut menimbulkan banyak bermasalah dan ternyata dikeluhkan bahkan didoakan untuk tidak turun ke muka bumi?. Dan itulah yang terjadi di sebagian besar masyarakat Kota Semarang.

Ketika musim hujan datang, tak usah menunggu terlalu lama dalam waktu tak lebih setengah jam maka daerah Tengah Kota akan terendam air bahkan bisa selutut. bagaimana tidak menjadi masalah kalau jalan utama di tengah perkotaan terhalang jalur lalu lintasnya. Walhasil banyak pengguna kendaraan yang mencoba jalan alternatif dan tentu menimbulkan macet. Tidak hanya itu, banyak rumah penduduk yang tidak luput dari genangan air bahkan di wilayah tertentu misalnya daerah Terboyo, Genuk dan sekitarnya adalah wilayah langganan banjir bahkan mencapai stengah pinggang orang dewasa.

Masalah banjir di Kota Semarang bukanlah masalah baru, setiap kali pemilihan kepala daerah masalah Rob dan banjir seringkali menjadi janji manis para calon, tapi kenyataannya masalah ini belum ditemukan jalan keluarnya sampai sekarang. memang ada faktor alamiah yang menjadi pemicu banjir, seperti topografi tanah khususnya di daerah Pleburan dan sekitarnya yang dulu merupakan  tanah rawa sehingga memang sangat rawan, tanah yang landai dan kurang resapan air. tapi banyak juga penyebab lain yaitu faktor ulah manusia dan itu bisa diselesaikan dengan menjemen pengelolaan lingkungan yang baik yang bisa diselesaikan oleh pemerintah.

pengundulan hutan manjadi salah satu penyebab, yang dulu sempat diingatkan oleh (salah satunya) UNDIP kepada pemerintah untuk tidak menebang hutan yang justru menjadi sumber resapan. tata wilayah Kota Semarang sepertinya perlu mendapat perhatian karena pembangunan perumahan dan pabrik bisa menjadi pemicu banjir jika tidak sesuai dengan standar.

Sekarang sudah masuk musim hujan, harusnya pemerintah susah mengambil tindakan pencegahan sebelumnya, tapi sampai sekarang masyarakat sedang dilanda cemas bila setiap hari harus berhadapan dengan banjir.

Semarang  kaline banjir lagi …..

Read Full Post »

SYUKUR

Setiap kedip mataku Ya Allah,
Aku bersyukur atas nikmat ini.
Banyak orang melihat, tetapi buta.
Setiap tarikan napasku Ya Allah,
Aku bersyukur atas nikmat ini.
Banyak orang mencium, tetapi tidak mampu membau.
Setiap suara yang kudengar Ya Allah,
Aku bersyukur atas nikmat ini.
Banyak orang mendengar, tetapi tuli.
Setiap desir angin yang kurasa Ya Allah,
Aku bersyukur atas nikmat ini.
Banyak orang merasa, tetapi kebal.
Setiap degub dan detak jantungku Ya Allah,
Aku bersyukur atas nikmat ini.
Banyak orang hidup, tetapi mati.
Akhirnya Ya Allah,
Jangan Kau cabut rasa syukurku ini dari hatiku,
Yang dapat membuatku buta, bebal, tuli dan mati.
               

 Catatan tangan sahabat Fadlan

Read Full Post »