Banjir tahun ini gak tanggung-tanggung, 9 Kecamatan dari 16 Kecamatan di Kota Semarang terendam banjir. Diantara beberapa tahun belakangan, banjir kali ini memang banyak dianggap banjir terbesar dalam lima tahun terakhir, malah ada yang mengatakan delapan tahun terakhir. Banjir kali ini di Semarang memang benar-benar parah. Data di lapangan serta diakui juga oleh Pemkot Semarang, banjir kali ini meliputi separuh wilayah ibukota Jawa Tengah ini tergenang air.
Jalan-jalan protokol juga terendam. Rata-rata ketinggian air yang merendam
sejumlah titik banjir tersebut antara 60 centimeter hingga 1,5 meter. Akibatnya, kendaraan yang berasal dari arah Jakarta menuju Semarang atau sebaliknya dari Semarang ke arah Jakarta, banyak yang terjebak. Tidak hanya itu, banjir juga menghambat aktivitas penerbangan di Bandara Ahmad Yani. Bandara ditutup sementara karena landasan pacu (runway) sepanjang 500 meter tergenang air setinggi 20 centimeter. Banjir juga merendam Stasiun Tawang sehingga mengganggu keberangkatan kereta api. Tak hanya itu. Pelabuhan Tanjung Emas ikut kebanjiran. Ketinggian air di Tanjung Emas mencapai 1,5 meter serta 1 meter di daerah Tanah Mas








& Komentar
Februari 18, 2009 pukul 6:52 am
Dek, banyak kawan onga yang di mangkang kebanjiran sampai 2 meter. mudah2an tidak berulang
Februari 20, 2009 pukul 8:43 am
banjir semarang bisa diatasi hanya dengan kesadaran semua pihak, baik masyarakat, pemerintah, swasta untuk berpikir dan bekerja sama bagaimana memelihara lingkungan supaya banjir tidak menjadi langganan setiap tahunnya…mulai dari hal yang kecil: JANGAN MEMBUANG SAMBAH SEMBARANGAN, APALAGI DI SUNGAI
Februari 28, 2009 pukul 10:44 am
konon, manusia adalah khalifah di bumi
tapi banjir dan “bencana” lain kian menggila