Fenomena mudik gratis semakin merebak di musim lebaran seperti saat ini. Kini banyak perusahaan melihat momentum mudik sebagai peluang. Tak hanya sebagai upaya promosi dan meningkatkan image, tetapi sekaligus memberikan timbal balik kepada konsumennya dalam program Corporate Social Responsibility (CSR). Awalnya “Mudik Gratis” ini terkenal dilakukan oleh PT. Sido Muncul yang menyediakan ratusan armada bus untuk mengangkut pedagang jamu gendong beserta keluarganya. Namun beberapa tahun terakhir ini semakin banyak perusahaan yang menggelar program serupa bahkan target pun tidak hanya untuk karyawan dan keuarga tapi meluas untuk masyarakat umum.
Tahun ini, selain PT Sido Muncul, tradisi “mudik gratis” juga diberikan kepada pedagang mie rebus oleh Indoofood, PT Sinde Budi Sentosa, Gudang Garam, dan operator telekomunikasi seperti Telkomsel, Indosat, dan Excelcomindo (XL).
Dunia perbankan pun tak mau ketinggalan. Bank Negara Indonesia (BNI) juga mempunyai program mudik gratis bagi setiap nasabahnya. Syaratnya hanya menunjukkan buku rekening yang sudah dimiliki setahun terakhir, ditambah menunjukkan kartu tanda penduduk. Satu kepemilikan buku rekening bisa membawa maksimal empat orang. Ada juga perusahaan yang unik memberikan mudik gratis secara eksklusif, yakni produsen teh Sari Wangi yang memberikan armada 150 mobil minibus. Format mudik gratis ini terdiri satu paket mobil, sopir, dan bensin khusus untuk keluarga pemenang undiannya. Bahkan partaipolitik pun tak ketinggalan mengelar tradidi ini. Mislanya, PDIP yang bahkan mencatat Rekor MURI karena memberangkatkan 425 bus untuk rombongan mudik gratis yang dilakukan oleh Pramono Anung.
Tentu saja fenomena sangat menguntungkan masyarakat luas karena tak perlu mengeluarkan biaya untuk pulang kampung. Tapi sejauh mana pengaruhnya bagi perusahaan? Di lihat dari sudut aspek Penjualan tentu mudik gratis tidak menguntungkan perusahaan, tetapi perlu dilihat dari segi reputasi dan citra perusahaan di tengah masyarakat dan calon konsumen. Karena citra positif perusahaan merupakan aset perusahaan yang tak ternilai sebagai daya tarik utama bagi para pelanggan, karyawan, dan tentu saja pemodal (investor).
Sehingggga CSR dalam kemasan mudik gratis, dalam jangka panjang dapat menjadi investasi yang menguntungkan bagi perusahaan.
selamat mudik dan selamat lebaran 1429 H. Mohon maaf jika ada terselip kata salah yang menoreh luka. semoga kemaafan ini membawa kita pada kemenangan yang sebenarnya.
Minal Aidin WalFaizin.








& Komentar
September 29, 2008 pukul 9:41 am
Hmm,
maaf klo isi comment keluar dari materi postingan yach…
i just want say’ :
Taqabballallahu Min A Wa Minkum Shiyamanaa Wa Shiyamakum Kulluia Amin Wa Antum Bi Khoirin,
Met Idul Fitri Yach,
Mohon Maaf Lahir dan Bathin, atas semua kreasi postingan & comment gw yang salah…
wasalam.
Oktober 6, 2008 pukul 3:03 am
mudik ra nih?
Oktober 7, 2008 pukul 3:32 am
walaupun banyak perusahaan2 yg mengadakan mudik gratis tapi tetep aja masih banyak penduduk yg kesulitan pulang ke kampung halaman dan itu di sebabkan karena biaya transportasi yg mahal….
itu berarti mudik gratis itu hanya di nikmati oleh orang2 tertentu saja dan belum bisa menyeluruh ke semua pemudik.
Oktober 7, 2008 pukul 4:13 am
Mohon maaf lahir batin… jangan lupa oleh2-nya…
Oktober 7, 2008 pukul 4:34 am
@ sama2 mas rahma
@ oleh2nya g lupa kok mas syam..he..ee..tap g dibagi2 susah nganternya
Oktober 8, 2008 pukul 1:57 pm
Halo Mbak, nice to meet you again.
Sebelumnya mo ucapin “Minal ‘Aidzin Wal Fai’ idzin” Mohon Maaf lahir dan bathin.
Titip ketupatnya aja ya. Klo ada salah2 kata, pulangin aja ya. jangan di simpen.
Tengkiu Sim Sim
Oktober 9, 2008 pukul 7:01 am
bagus juga tuh yah…
kalau dikembangkan terus bisa jadi manajemen mudik, bisnis mudik, tabungan mudik, dsb.
sehingga nanti bisa lebih dikoordinir, teratur dan mengurangi kemacetan dan kesemrawutan.
Oktober 11, 2008 pukul 4:43 am
MINAL AIDIN WAL FAIDZIN
mohon Maaf Lahir dan Batin
Oktober 14, 2008 pukul 2:31 am
Hehehe, kemarin saya mudik habis ongkos Rp. 70.000. Baliknya habis Rp. 100.000
Oktober 17, 2008 pukul 2:35 am
mudik gratis. pasti asik dan praktis.
mudik emang dramatis. kendaraan berjejer berbaris. di jalan-jalan yang aspalnya tipis. apalagi sering menyempit akhirnya antrian berlapis-lapis.
sebagai promo memang terdengar manis. masyarakat dilayani pada kebutuhan pragmatis. bukan janji2 politis. yang semakin jauh dari realistis. tapi menyentuh kebutuhan dasar dan tak perlu teoritis.
ide kreatif untuk perubahan drastis. memang dibutuhkan sebagai cara menemukan solusi strategis. bagi bangsa ini agar keluar dari krisis. amerika aja nyaris habis.
tapi btw baca saja artikel saya yang pengennya populis. sekarang sudah terlanjur di tulis dan dirilis. jadi tolong dong dikunjungin dan kasih komen plis…
http://trendibandung.wordpress.com/2008/10/16/this-is-the-american-crisis-untuk-indonesia-menangis/
Oktober 22, 2008 pukul 8:24 am
Mbakeeee…. lama gak ketemu…loh gak berkunjung….
Oktober 22, 2008 pukul 9:10 am
mudik gimana rasanya…???????//
Oktober 24, 2008 pukul 1:32 am
^_^ Cuma berkunjung aja…
Saya sedang membaca komentar – komentar di BLOG nya mbak Rindu (saya suka membaca komentar – komentar di BLOG yang saya knjungi karena sangat menarik dan bisa menambah wawasan, sekalipun bukan pemilik BLOG), dan menemukan kata – kata yang sangat menarik dari mbak, “sang pembelajar”.
Semoga… saya bisa belajar lebih banyak hal dari mbak, baik melalui BLOG mbak atau komentar – kmentar mbak di BLOG lainnya yang mungkin saya jumpai…
Salam kenal dan salam sukses untuk Mbak…
Desember 17, 2008 pukul 12:35 pm
gratisan selalu enak dan menyenangkan…
September 14, 2009 pukul 8:19 am
wah enak tuh dapat mudik geratis….