Kian rumit masyarakat untuk menjalankan roda kehidupan bahkan untuk sekedar bertahan. Kenaikan harga-harga barangyang diperkirakan akan terus terjadi dari hari ke hari, bulan ke bulan bahkan dari tahun ke tahu mengikuti trend kenaikan harga bahan bakar yang mencapai $ 100 AS per barel. Pemerintah memang tidak menaikkan harga-harga barang akan tetapi menggantikan dengan Kartu kendali , denda bagi yang memakai listrik melebihi kapasitas, dan masih banyak yang lain sebenarnya bukanlah kebijakan yang meringankan masyarakat karena kebijakan itu berarti masyarakat membayar kenaikan dengan cara halus.
Jika dilihat dari kondisi ekonomi makro ada perubahan yang positif di negeri ini tapi jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi mikro roda itu bergerak sangat lamban. Tentu kita ingin roda perekonomian terus melaju pasti sehingga memberi ruang bagi masyarakat industri kecil menengah (UKM) untuk mengembangkan potensi ekonominya sehingga dapat mewujudkan kemapanan ekonomi secara merata.
Kelangkaan minyak tanah yang diikuti naiknya harga gas, kenaikan harga kertas, kenaikan harga kedelai, dan kenaikan-kenaikan harga barang lainnya yang tidak diikuti dengan kenaikan gaji dan penghasilan masyarakat mengakhiri harapan masyarakat Indonesia untuk hidup dengan layak. Kemiskinan pun kembali menjadi trend dari tahun ke tahun. Secara nasional pada Maret 2007 angka kemiskinan di Indonesia mencapai 37,17 juta jiwa atau 16, 58 % dari penduduk Indonesia.
Jumlah Penduduk Miskin Daerah tahun 2007
| Nama Propinsi |
Angka Kemiskinan |
Angka Pengangguran |
| Jawa Tengah | 6,66 Juta Jiwa | 1,44 Juta Jiwa |
| Jawa Barat | 11,6 Juta Jiwa | 1, 1 Juta Jiwa |
| Jawa Timur | 7,138 juta jiwa | 1,45 Juta Jiwa |
| Jakarta | 405,7 ribu | 552 ribu Jiwa |
| SUMUT | 1,768 juta jiwa | 571.334 ribu Jiwa |
Selain itu, Multiplier efect dari buruknya ekonomi juga memunculkan fenomena maraknya pengangguran. Dari hasil survai BPS bulan Maret 2007 angka kemiskinan dan pengangguran di beberapa daerah memang mengalami penurunan akan tetapi penurunan tersebut tidak mencapai angka 5 % ini berarti belum ada focus pemerintah dalam penanggulan kemiskinan dan pengangguran sehingga tidak ada perubahan secara signifikan di negeri ini.









& Komentar
April 15, 2008 pukul 3:02 am
Saya ingat sebuah karikatur yang saya baca di sebuah koran ternama di Indonesia, menceritakan kenaikan harga disetiap bidang…tapi hanya satu yang tidak naik yaitu harga diri …betapa malangnya kita ini
April 15, 2008 pukul 3:47 am
Kekhawatiran saya sejak dulu, selama Indonesia tidak mau berubah jadi pengelola dengan mendirikan pengolah minyaknya, tunggu saja giliran minyak naik. Selama ini kita produsen, mengolah ke luar negeri, tapi giliran konsumen kita juga. Masalahnya harga pengelolaannya mahal kan ya?
April 16, 2008 pukul 3:20 am
betul sejaki kalo besarnya biaya produksi minyak masih menjadi masalah. pertamina hanya mampu memproduksi 11 % dari total kebutuhan minyak nasional. ini berarti kita masih mengandalkan pihak swasta untuk memproduksi minyak. untuk membuat lapangan minyak baru tentu membutuhkan biaya yang tak sedikit. dari tahun ke tahun produksi minyak kita terus menurun. padahal kebutuhan minyak semakin meningkat.
pemerintah harusnya tidak “plin plan” mengambil kebijakan untuk memberi keyakinan dan jaminan serta kepastian kepada masyarakt bahwa kita punya alternatif pasti untuk mengatasi kondisi ini.
April 18, 2008 pukul 1:20 pm
kayaknya trend skrg emang beda dripada yang laen…..
April 21, 2008 pukul 5:44 am
generasi mendatang tambah buruk karena gizi kurang…
mudah2an nggak selamanya kayak gini
April 23, 2008 pukul 6:42 am
yang miskin tidak semakin membaik, malah semakin bertambah miskin.
yang kaya, terus menaikkan taraf kekayaanya.
kesenjangan sosial akhirnya. ..:(
April 23, 2008 pukul 7:22 am
betul sekali mbak marsini.hmm..hmm..tidak ada aliran uang ke masyarakt miskin. pada kahirnya kensenjangan sosila itu semakin lebar.
April 28, 2008 pukul 8:11 am
Angka pengangguran SUMUT 571.334 ribu Jiwa ? Penduduknya 1,768 juta jiwa. Mungkin seharusnya 571,334 ribu Jiwa.
April 29, 2008 pukul 8:41 am
ya maksudnya begitu kak Irna
Mei 7, 2008 pukul 5:49 am
memang sekarang indonesia sedang memprihatinkan…..
kenapa pada saat yang seperti ini, para pejabat yang enak-enak duduk tidak memperhatikan rakyat kecil sie…
memang ga punya perasaan mereka,,
Mei 18, 2008 pukul 1:41 pm
Tidak Perlu Kaget dgn semakin bertambahnya jumlah penduduk miskin di indonesia karena selama gerbang kapitalis msh terbuka lebar maka semakin bnyk pula jumlah rakyat miskin..
Kemudian hal tersebut ditambah dengan kebijakan pemerintah yang selalu merugikan rakyat, semua hal yang dilakukan oleh pemerintah akan selalu membawa dampak yang merugikan untuk rakyat..
Di tengah kekayaan bangsa ini yang melimpah justru makin bertambah pula rakyat miskin, Hal tersebut justru sangat kontradiktif..
Semoga rakyat indonesia dapat bertahan ditengah keterpurukan bangsa ini…
Amin
Mei 20, 2008 pukul 3:41 am
karena itu pak, kita harus meminta pertangungjawaban pemerintah ketika dulu telah berani memimpin bangsa ini.
tak sekedar menunjukkan kharismatik tanpa aksi.