Januari 24, 2008...9:32 am

MOUTH TO MOUTH

Lompat ke Komentar

            Sebuah Artikel di Majalah Marketing 2006 menyebutkan Efektivitas Word of Mouth yang mampu menjadi strategy promosi yang efektif bagi konsumen. Pengaruhnyanya bahkan bisa mengalahkan Promosi melalui media Above the line. Di tengah gencarnya berbagai media promosi saat ini aktivitas promosi melalui word of mouth banyak yang meninggalkan. Bisa dilihat bagimana para produsen membuat iklan semenarik mungkin agar tak ditinggalkan konsumen ditengah persingan pasar yang semakin ketat bahkan tak segan-segan untuk menaikkan anggaran promosi perusahaan.

           Akan tetapi sunggung mengejutkan ketika MRI pada September 2006 melakukan riset dan ternyata menghasilkan bahwa medium WOM (word of mouth) dapat mengalahkan pengaruh  iklan ATL (TV, radio, cetak). Selain itu dari hasil riset juga ditemukan bahwa WOM menjadi sumber informasi terbaik dan memberi pengaruh besar dalam pengambilan keputusan. Hal ini berarti bahwa komunikasi interpersonal dengan startgy mouth to mouth jauh lebih dipercaya oleh konsumen dibandingkan melalui media ATL

        Misalnya saja, kenapa banyak orang yang mengenal Toko Kue Amanda di Bandung atau Soto Ayam Bangkong di Semarang? Padahal, mereka tidak melakukan aktivitas promosi yang gencar sebagaimana sering dilakukan perusahaan besar.  Jika dilihat dari sejarahnya, mereka dulu adalah usaha kecil yang tentunya tidak punya anggaran promosi. Mereka jadi beken lantaran makanan yang dijual rasanya enak, harganya terjangkau dan pelayanannya pun bagus. Kelebihan inilah yang dirasakan konsumen, yang kemudian menceritkannya kepada konsumen lain,. Konsumen yang puas bukan cuma bercerita namun merekomendasikan agar mencoba tempat itu.

           Komunikasi dari mulut ke mulut atau strategi word of mouth memang banyak dilakukan oleh para pengsuaha kecil. Selain tidak memerlukan biaya dan effort besar, strategi ini juga sunggung efektif. Hal ini telah dibuktikan melalui riset oleh Jupiter Media Corp, lembaga riset yang bermarkas di New york. Akan tetapi perusahaan besar pun tak bisa menyepelekan medium ini meski telah melakukan aktivitas promosi ATL. 

 Dari contoh kasus Toko Kue Amanda dan Soto Bangkong, salah satu yang  menjadi PR bagi para produsen adalah senantiasa meningkatkan mutu pelayanan kepada konsumen . Penyebaran informasi dari mulut ke mulut (WOM) sangat mungkin terjadi. Jika konsumen puas tidak sekedar  menjadikan ia menjadi konsumen loyal tapi juga bisa mengajak orang lain untuk menjadi konsumen baru bagi perusahaan, menguntungkan bukan?

Tinggalkan Balasan